Rabu, 25 Mei 2016

SITUS TALANG TUO



Situs Talang Tuo

               Situs Talang Tuo terletak di suatu daratan yang berbukit – bukit dan berlembah yang tidak terlalu dalam . didaar lembah mengalir sebatang sungai kecil merupakan hulu sungai sekanak dan lambidaro. Secara administratif situs ini terletak di desa Talang Tuo , kecamatan Talang Kelapa , arah barat laut pusat kota Palembang.
            Di situs tersebut pada tanggal 20 november 1920 di temukan prasasti batu oleh westenenk(residen palembang saat itu), yang kemudian di beri nama prasasti Talang Tuo. Teks prasasti terdiri dari 14 baris , dalam bahasa melayu kuno dan aksara pallawa. Prasasti ini di keluarkan setelah dua tahun dapunta hyang membangun perkampungan   di tepi sebelah utara sebela Sungai Musi.prasasti tentang pembanguan taman Sriksetra ini belum diketahui di ketahui maksudnya tetapi di lhat dari lokasi dan apa saja yang di bangun dalam taman itu, di perkirakan pembangunan taman adalah untuk kesejahteraan semua makluk . pembangaun bendungan dan kolam mungkin di maksudkan penyediaan  air bersih, yang dialirkan melalui Sekanak menujuk kota Sriwijaya, yang lokasinya di kota palembang sekarang. Pohon-pohon yang ditanam diTaman sriksetra dimaksdukan untuk penenduh dan penahan air agar hujan tidak terjadi erosi, mengingat daerah Talang Tuo adalah daerah yang tinggi.
            Prasasti Talang Tuo menyebutkan bahwa ditaman tersebut ditanam berbagi jenis tumbuhan, atara lain lain dari familia palmea dan graminae. Disamping  itu juga tumbuhan paku-pakuan saprofit dari familia,Lycopodiaceae dan sebagianya.bukti-bukti tersebut ditemukan berdasarkan analisis terhadap serbuk sari  (pollen analysis) yang mengedap dalam tanah Sitis Talang Tuo.

SITUS TALANG KIKIM



Situs Talang Kikim 

            Situs Talang Kikim terletak disebelah barat laut situs Bukit Siguntang,berjarak kurang lebih 1,5 km. Termasuk wilayah Kelurahan Bukitlama  Kecamatan Ilir Barat I Palembang.  Situs ini sebagian besar berupa daerah rawa,dan sebagian lagi sudah menjadi lahan pertanian. Membelah daerah rawa terdapat Sungai Kikim  yang bermuara ke sungai Lambidaro, dan akhirnya bermuara di Sungai Musi.
            Di derah rawa-rawa yang cukup luas itu banyak ditemukan pecahan keramik dari berbagai ukuran dan bentuk, terutama di tengah desa Talang Kikim. Konsentrasi temuan keramik itu cukup padat dengan jumlah temuan sebanyak 50 pecahan dari berbagai ukuran, pada setiap meter persegi lahan. Bedasarkan analisis bentuk dan pertangglannya,dapat diketahui pecahan keramik itu sebagian besar berasal dari bentuk tempayan diekspor secara besar-besaran oleh Cina.
            Kepadatan temuan keramik di derah Talang Kikim menunjukan bahwa lokasi itu dulunya merupakan daerah permukiman Kuno, mungkin masyarakatnya tinggal dirumah kayu yang didirikan diatas raw-rawa. Sungai Kikim yang mengalir di situ merupakan jalur transportasi ait dari tanah ke arah Sungai Musi. Petunjuk adanya permukiman kuno di daerah ini ditemukan pecahan-pecahan keramik Lung-quan, keramik sawaankhalok, dan keramik hijau jaman Song dan Yuan, keramik putih asal vietnam, keramik sawankhalok, dan keramik Ming. Disampinf itu ditemukan juga tinggak-tonggak-tonggak kayu yamg merupakan sisa tiang rumah tinggal.

SITUS KOLAM PENISI



SITUS KOLAM PINISI

Situs kolam pinisi  terletak di padang Kapas yang termasuk wilayah Kelurahan Bukit lama Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang. Keadaanpermukaan tanah situs tidak rata , terdiri dari tanah  rawa dan tanah darat  untuk kebun ketela  .penelitian yang di lakukan pada situs ini pada tahun 1989 berhasil menemukan lebih dari 60 bila papan yang merupakan sisa bagian lambungsebuah kerahu.
      Papan papan kayu yang jumlah nya lebihdari 60 bilah itu, masing masing  berukuran rata rata panjang 250cm,lebar 30cm, dan tebal 5 cm.  Pada salah satu permukaan  terdapat tonjolan  yang berdenah empat persegi panjang  dengan lobang lobang di sisi permukaannya. Tonjolan yang biasa di sebut  tambuku ini di pakai untuk mengikat satu papan dengan papan yang lain dan mengikat papan dengan gading – gading . tali yang biasa di pakai untuk mengikat biasanya tali ijuk . Tali ijuk ini dimasukkan pada lubang tambuku. Untuk lebih memperkuat digunakan juga pasak kayu yang ditancapkan pada bagian tepi papan. Teknik rancang bangun perahu ini disebut teknik papan ikat dan kupingan pengikat. Teknik seperti ini biasanya ditemukan di wilayah perairan Asia Tenggara. Oleh sebab itu disebut juga teknik tradisi Asia Tenggara.

SITUS KAMBANG PURUN



SITUS KAMBANG PURUN

            Tidak jauh dari situs kambang Unglen dijumpai situs Kambang purun. Pada sebidang tanah ladang disebelah utara SMP NEGERI 3 PALEMBANG (lokasi ini merupakan situs ladangsirap), pada awal tahun 1990-an ditemukan 8 buah fragmen Prasasti. Prasasti-prasasti tersebut ditulis dalam aksara Palllawa dan bebahasa Melayu Kuno. Fragmen Prasasti yang terbesar berukuran panjang 60 CM, lebar 20 CM, dan tebalnya 15 CM, terdiri dari 4 baris tulisan. Isinya mengenai perjalanan sui dan ajaran Budha. Bedasarkan Paleografinya fragmen-frgmem Prasasti ini berasal dari sekitar abad ke-7 Masehi.

SITUS KAMBANG UNGLEN

Situs Kambang Unglen
 
           Situs kambang unglen terletak disebelah utara situs, Karanganyar. Secara administratif situs ini terbentuk wilayah keluruhan Bukitlama, kecematan ilir barat I palembang. Situs kambang unglen adalah dataran alluvial yang beberapa tempat dipertinggikan dengan secara menimbun tanah . Didaerah ini banyak ditemukan manik-manik , pecahan dan pecahan bata sisa bangunan . hasil pemboran disitus ini menujukan bahwa material utama adalah lempung tuffan yang mengandung pecahan bata dan arang besar sekali kemungkinan bahwa situs kambang unglen ini pada zaman dahulu merupakan tempat industri manik-manik kaca . hal ini dibuktikan dengan banyaknya ditemukan pecahan bahan , kaca , limbah manik-manik dan ribuan manik-manik .
        Berdasarkan analisis bahan dan teknologi pembuatannya , manik manik kaca yang di temukan di situs kambang unglen ada yang lokal dan imprort. Manik manik  import berdasarkan  aktribut gaya nya memperlihatkan ciri manik manik asia barat abad ke-10  - 11 masehi, thailand abad ke 9, dan malaysia abad k 10 – 11  masehi. Dengan demikian dapat di katakan  bahwa manik manik import tersebut berasal dari sekitar abad 9 – 12 masehi. Manik manik kaca  dan batu  buatn lokal yang di temukan di kambang unglen mempunyai ciri pada pembutannya yang kasar, terutama jika di bandingkan dengan manik manik import. Beberapa diantaranya menunjukan pembuatan yang gagal.  Jenis manik manik kaca  yang di temukan umumnya  mempunyai tipe indo – pasifik, baik yang berbentuk bulat maupun pipa.
        Selain temuan temuan tersebut di situs kambang unglen juga di temukan dua buah fragmen prasasti. Fragmen prasasti yang pertama di temukan di halaman sekolah SMP PGRI 7 PALEMBANG, dengan ukuran 12x13 CM, terbuat dari batu lempung berwarna coklat kekuningan. Prasasti ini diulis dengan aksara Pallawa dan berbahasa Melayu kuno. Dari keempat baris hanya tiga baris saja yang masih mungkin dibaca. Pragmen prasasti yg kedua ditemukan dihalaman sebelah Barat daya SMP PGRI 7, bahn yang digunakan sama dengan Prasasti pertama. Ukuran Prasasti kedua ini sekitar 10 CM untuk tebalnya, panjang 34 CM dan lebar30 CM. Kalimat yang tersisa terdidi dari dua baris, tetapi yang masih terbaca dengan jelas hanya satu baris. Berdasarkan Paleografinya Prasasti Batu ini berasal dari abad ke-7 masehi, yang berisi tentang, perjalanan suci yang menang dan sukses bagi semua makhluk.