Selasa, 24 Mei 2016

PRASASTI - PRASAASTI SRIWIJAYA



Prasasti-prasasti Sriwijaya

Prasasti Kedukan Bukit

 Sriwijaya lahir dan dibesarkan oleh suatu kekuatan laut, seperti yang tercermin pada isi prasasti Kedukan Bukit yang berangka tahun 16 Juni 682 Masehi yang menyebutkan “dua laksa tentara dan 200 peti perbekalan yang naik perahu, dan 1312 orang yang berjalan kaki”. Mereka melakukan perjalanan siddhayatra untuk mencari tempat dan mendirikan sebuah wanua (perkampungan). Perkampungan yang dibangun tersebut kemudian berkembang menjadi kota Sriwijaya, yang kemudian terus berkembang menjadi sebuah kota yang multikultur. Prasasti ditulis menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno ini ditemukan di tepi Sungai Tatang, Kedukan Bukit pada tahun 1920 oleh Batenberg

Prasasti Talang Tuo
Dua tahun setelah membangun wanua Sriwijaya, Dapunta Hyang Srijayanasa membangun sebuah taman yang hasil dari tanamannya dapat dimanfaatkan oleh semua penduduk. Tanggal 23 Maret 684 Masehi berhasil dibangun taman Srikesetra dari buah “nazar” seorang raja, sebuah taman kota yang diperuntukkan bagi seluruh warganya. Ditemukan pada tahun 1920 oleh LC. Westenenk, seorang Residen Belanda, di  Talang Tuo, Palembang.



Prasasti Telaga Batu

Di dalam kota Sriwijaya tinggal para petinggi dan pegawai rendahan kedatuan. Agar tidak melakukan pemberontakan mereka disumpah, dan sumpah itu dikekalkan pada sebuah prasasti batu yang dikenal dengan nama Prasasti Telaga Batu. Ditemukan di daerah Telaga Batu, berhuruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Prasasti ini tidak berangka tahun tetapi dari bentuk hurufnya diperkirakan sejaman dengan prasasti lainnya yaitu abad ke-7 Masehi.



Prasasti Bukit Siguntang
Bukit Siguntang sebagai tempat perguruan tinggi agama Buddha masa Sriwijaya, ternyata menyimpan cerita lain didalamnya dengan adanya temuan prasasti batu yang menceritakan sebuah pertempuran yang sangat dahsyat. Pertempuran yang masih belum terungkap siapa dan mengapa, dan kenapa terjadinya.



Prasasti Boom Baru
Prasasti yang dinamai sesuai dengan tempat ditemukannya ini berisi tentang suatu persumpahan yang harus dilakukan penduduk kota Sriwijaya terhadap rajanya. Persumpahan dalam menjaga keamanan dan stabilitas kerajaan. Ditemukan di Boom Baru Palembang.




Prasasti Siddhayatra

Prasasti Siddhayatra pada umumnya berupa batu-batu kali berinskripsi pendek. Pada umumnya berisi  tulisan .....jaya siddhayatra, jaya siddhayatra sarwasatwa.... Siddhayatra dapat diartikan sebagai ziarah atau perjaanan suci, dan untuk menandainya diletakkanlah sebuah prasasti. Prasasti Siddhayatra banyak ditemukan di situs Sabokingking, Bukit Siguntang, Karanganyar maupun Kambang Unglen.

2 komentar: